LIRA dan PW MOI Riau, Minta Pengurus PGI Riau di Pecat, Dampak Dari Video Viral

Berita Utama150 Dilihat

Pekanbaru,  Metrojurnalis.Com – Viralnya video penyanyi seksi diatas meja dalam acara Bersempena Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Riau, Persatuan Golf Indonesia (PGI) Riau melakukan Turnamen Pertandingan Golf Sabtu, kemarin membuat warga Pekanbaru heboh. Mengetahui hal ini LSM LIRA Riau dan Perkumpulan Wartawan Media online Indonesia (PW MOI) Riau angkat bicara.

Boma Harmen Gubernur LSM LIRA Riau sangat menyayangkan viral nya video yang beraroma mesum tersebut, apalagi dalam video yang berdurasi tersebut terpampang Foto Gubenur Riau “H.Syamsuar” yang bergelar Datuk Setia Amanah.

“Ini diluar dugaan kita, dimana olah raga Golf itu identik dengan kalangan intelektual yang sangat menjaga etika, oleh sebab kita meminta seluruh pengurus PGI Riau bertanggung jawab dan mundur dari kepengurusan saat ini.

Apapun alasan mereka ini sudah membawa nama Riau yang dikenal dengan budaya Melayu yang berarti Islam.

“Mereka itu berada di tanah Melayu dan di acara menyambut HUT Riau ke 56 lagi, tapi malah membuat malu masyarakat Riau saja. Gubenur Riau bapak H. Syamsuar harus mengambil sikap jika perlu pecat seluruh pengurus PGI Riau” ucapnya berang.

Senada dengan hal tersebut Rio kasairy, selaku Sekretaris Perkumpulan Wartawan Media Online Indonesia (PW MOI) Riau memberikan tanggapannya. Kita sudah melihat video tersebut jelas sangat berbau porno aksi, semua yang ada di video tersebut harus di periksa sehingga ada efek jera.

“Jangan hanya minta maaf lantas masalah selesai, Ingat video tersebut sudah beredar keseluruh dunia, dimana rasa malu kita yang sudah tercoreng, diluar sana mengenal Riau sebagai orang melayu yang identik dengan Islam. Jadi kita sepakat selain di periksa oknum yang ada di video tersebut mereka juga di pecat dari kepengurusan PGI” pintanya

Ditempat yang sama Aprianto ketua PW MOI Pekanbaru mendesak kepolisian untuk mengusut video porno aksi tersebut karena selain sudah meresahkan juga sudah membuat malu orang melayu.

“Polisi jangan menunggu laporan, kejar saja mereka yang dalam video tersebut, periksa satu persatu jika terbukti kasih hukuman yang setimpal agar ada efek jera. Sehingga video-video serupa tidak terulang kembali” tutupnya.(A-R)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *